For more information please send your Email : sales@pt-hwk.com or WhatsApp : 08111873301 (Djiang) | 0811894696 (Hendro) | 081319297671 (Ichsan)

Overhead Travelling Crane

Overhead travelling crane sering disebut sebagai bridge crane. Tipe ini adalah crane yang paling umum digunakan di bengkel, gudang, pembangkit listrik dan pabrik. Overhead travelling crane terdiri dari hoist & trolley, girder, end carriages, rail, runway beam, elektrikal, panel dan sistem kontrol. Jika menggunakan satu buah girder maka disebut single girder overhead travelling crane dan jika menggunakan dua girder maka disebut double girder overhead travelling crane.

Overhead Travelling Crane Kapasitas 40 ton

Single girder overhead travelling crane cocok digunakan untuk mengangkat beban yang tidak terlalu berat. Biasanya digunakan untuk kapasitas hingga 12 ton dengan bentangan maksimum 30 meter. Pada aplikasi standar biasanya tipe single girder lebih ekonomis dibandingkan dengan double girder. Unit crane terdiri dari satu girder yang didukung oleh end carriages pada kedua sisinya. Untuk pemeliharaan, diperlukan peralatan tambahan seperti tangga dan platform. Double girder overhead travelling crane banyak digunakan untuk mengangkat beban yang sangat berat. Dengan fasilitas dan dukungan tenaga ahli kami, saat ini kami dapat memproduksi hingga kapasitas angkat 200 ton dengan bentang span hingga 50 meter.

Single Girder Overhead Travelling Crane Kapasitas 5 ton

Single Girder EOT

Double Girder Overhead Travelling Crane Kapasitas 2x5 ton

Double Girder EOT

Bagian dari Overhead Travelling Crane :

1. Hoist & Trolley.

Pada single girder hoist (monorail hoist), roda trolley yang berada pada bagian atas hoist dipasang ke flange girder dengan posisi menggantung sehingga hoist dapat bergerak ke kiri dan ke kanan sepanjang girder atau disebut crossing. Sedangkan pada double girder hoist, trolley dipasangkan dengan rel pada bagian atas girder yang lebarnya disesuaikan dengan lebar flange pada roda trolley. Sebagai penggerak trolley digunakan motor listrik dengan kapasitas yang disesuaikan dengan beban maksimum, working class serta aplikasi di lapangan. Terdapat panel pada hoist yang berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan kerja dari hoist tersebut.

Single Girder Wire Rope Hoist 5 ton
Double Girder Wire Rope Hoist 10 ton

2. Girder.

Girder biasanya dibuat dari plat baja yang dibentuk menjadi box girder dengan tebal dan ukuran yang disesuaikan dengan defleksi maksimal dan kapasitas beban yang diinginkan. Pada beberapa aplikasi dengan kapasitas beban yang tidak terlalu berat dan lebar (span) maksimal 12 meter dapat menggunakan baja profil IWF. Selain untuk menahan beban pada hoist, girder juga berfungsi sebagai lintasan trolley hoist. Agar memudahkan akses maintenance maka pada double girder, service / maintenance platform dipasang pada salah satu sisinya. Sebuah maintenance platform dapat dipasangkan pada ujung runway untuk memudahkan akses maintenance pada tipe single girder.

Overhead Travelling Crane Girder 40 m

3. End Carriages.

Agar overhead crane dapat bergerak maju atau mundur (traversing) maka pada kedua ujung girder dipasang end carriages yang terdiri dari roda, box, serta motor dan gearbox. Diameter roda end carriages disesuaikan dengan kapasitas crane, lebar span, travelling speed dan working classnya. Bagian girder dan end carriages dapat disambung secara side joint (ujung girder yang menghadap keluar dengan sisi luar end carriages yang menghadap ke dalam) atau top joint (bagian bawah girder dengan bagian atas end carriages).

Overhead Travelling Crane End Carriages

4. Runway Rail.

Crane rail dipasang diatas runway beam dengan ukuran lebar yang disesuaikan dengan flange pada roda end carriages, bentuknya dapat berupa flat bar, square bar atau pada aplikasi tertentu ada juga yang menggunakan A profile. Runway beam dapat menggunakan material baja profil IWF atau H Beam dan biasanya berada di atas console pada kolom bangunan yang dipasang sepanjang lintasan long travel.

Overhead Travelling Crane Runway

5. Elektrikal, Panel dan Sistem Kontrol.

Suplai listrik di sepanjang runway umumnya dialirkan dengan menggunakan power conductor rail system yang akan menyalurkan arus listrik melalui connector trolley yang dipasang pada salah satu bagian ujung crane. Kemudian untuk meneruskan arus listrik ke hoist digunakan festoon / flat cable yang dihubungkan dengan push button pendant control tipe fixed atau mobile pendant yang dapat ditarik atau digerakkan oleh operator sepanjang girder. Sebuah Bridge panel (crane control panel) melengkapi sistem elektrikal dan kontrol yang mengatur dan mengendalikan kerja dari sistem crane.

Overhead Travelling Crane Electrical

6. Komponen dan Aksesoris Tambahan.

  • Limit switch digunakan sebagai pengaman tambahan untuk mengurangi kecepatan pergerakan crane pada arah horizontal (crossing / travelling) dan menghentikannya sebelum hoist atau end carriages menabrak stopper pada ujung girder atau runway.

  • Buffer dipasang pada ujung-ujung end carriages untuk meredam benturan yang terjadi jika crane masih bergerak di ujung runway sehingga menyentuh stopper.

  • Anti collision device merupakan sebuah sensor yang digunakan jika dalam satu lintasan (runway) terdapat lebih dari satu unit crane yang mengatur jarak minimal antar crane agar tidak terjadi tabrakan atau bersenggolan satu dengan yang lainnya.

  • Wireless remote control digunakan untuk mempermudah operator dalam mengoperasikan crane sehingga posisinya lebih bebas dan tidak perlu harus selalu berdekatan dengan unit crane yang sedang ditangani.

  • Buzzer dan alarm ditambahkan sebagai peringatan / penanda kepada personil yang berada di area operasional mengetahui bahwa crane sedang dijalankan.

  • Kabin operator adalah ruang khusus yang terpasang pada konstruksi crane yang dibuat bagi operator untuk mengendalikan crane. Kabin operator biasanya dilengkapi dengan kursi operator, penerangan, AC, dan jika diminta dapat dipasang sebuah panel dan joystick.
Overhead Travelling Crane Area Outdoor